Sebuah curahan pikiran seseorang, seseorang yang mencari kebahagiaan dan keberuntungan
Terjebak
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Entah kenapa betapa dunia ini kejam, engkau buat aku buta dengan cintamu. Dan cinta itu hanya cinta palsu belaka. Dimana engkau? Sekarang aku tak tau untuk apa aku hidup #TulisanBelaka
Sendiri dan merenung Sendiri dalam keramaian Sendiri dan telentang Sendiri dalam kedamaian Masalah adalah pasti Dewasa adalah tantangan Saya merasa bahagia dan sedih Bahagia karena ada orang terkasih Sedih karena ada orang terkeji Rusak menjadi bentuk baru Bentuk baru didalam cangkak nan indah Tidak terpilih sebagai terindah Namun menjadi indah karena sendirinya Hikayat raja-raja penuh dengan perjuangan Rusak karena nafsu dan nafsu Lahir karena salah Hidup karena kebenaran Hanya randomisation didalam rundung rundung tak bermakna
Nama saya Kasih, saya seorang perempuan dari Pacitan, Jawa Timur. Saya memiliki seorang putra bernama Adhi. Saat ini, anak semata wayang saya berumur 3 tahun. Tingkah polosnya membuat saya senang setiap harinya. Hari demi hari saya lewati dengan mencari nafkah bersama anak semata wayang saya dengan menjadi buruh jahit. Selagi saya menjahit baju-baju yang menggunung, saya sempatkan untuk merawat anak semata wayang ini dengan menceritakan tokoh-tokoh wayang Jawa. Anak saya sangat mengagumi sosok Arjuna dalam kisah pewayangan Jawa. Langit berhias awan kelabu mulai menutupi sang surya. Angin yang membawa aroma hujan menenangkan pikiran dan melegakan lelah letih tangan saya seketika. Hingga akhirnya tirta mulai berjatuhan dari sang cakrawala, sesegera mungkin aku menghentikan pekerjaan menjahit dan segera menuju ke pekarangan untuk mengambil jemuran baju saya dan anak saya. Sudah menjadi hal biasa untuk saya yang seorang wanita desa untuk menangani pekerjaan rumah tangga. Sedari k...
Setiap kali aku memandang foto itu, aku sangat mengharapkan kembali suasananya. Kehangatan sinar matahari di tepi pantai. Langit jingga yang di hiasi awan yang indah. Burung – burung yang pulang ke sangkarnya masing – masing. Dan para turis yang menunggu indahnya matahari tenggelam. Dengan tambahan suara musik tradisional yang enak di dengar. Serta candaan para adik dan kakakku. Senyumanku dan ayah ibuku yang sedang bergembira. Sungguh indah dan hangatnya suasana itu. Ingin rasanya aku mengulangi suasana itu. Namun apa daya semua sudah berubah, kakakku dan adikku bukan seperti yang dulu. Mereka menjadi bersikap dingin antara satu sama lain, karena kejadian berdarah tersebut. Kejadian yang merengut ribuan nyawa yang tidak berdosa, termasuk kedua anggota keluargaku. Kejadian dimana nyawa manusia yang tidak berarti di tebas secara paksa dengan organisasi itu. Organisasi yang tidak memiliki akal pikiran yang sehat, yang tidak pernah berpikir tentang perasaan sesama manusia, yang hanya m...
Komentar
Posting Komentar